Tak raip senyum itu
Ketika jeritku menyapa
Dengan tangan terbuka
Ia tangkap Dan mendekapnya
Kusamak wajah itu
Yang usang dan hitam
Dibubuhi debu abu
Bibir ini mengecup pipi Peluh
Kau lelah
Mengucur keringatmu
Bau harum melekat dibadanmu
Badan yang lunglai lesu
Akan tetapi
Tanganmu melingkar erat
Tubuhku didekap hangat
Pipiku berbalas tubi kecupanmu
Ayah, aku mencintaimu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar