Sosok itu kembali
setiap hujan malam hari
bisik lirihnya mengingatkan
pada masa yang malang
Menangis pedih
mengenang bayang
seraya berharap
sedih segera terbuang
Hujan malam
Sampai kapan terulang
memoar yang kelam
yang mestinya hanya kenangan
Tolong, Hujan...
Bawa saja air mata
mengalir ke muara
biar hidup dan rasa tak lagi menderita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar